This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

    This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

    This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

    This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

    This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

    Friday, December 30, 2016

    Mendidik Fitrah Seksualitas Anak


    Fitrah keimanan harus ditanam di 7 tahun pertama hidup anak,  kawal lebih ketat dan tuntas.
    Satu hal lagi ...
    Didiklah anak sesuai fitrah.
    Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.
    ***
    Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.
    Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan.
    Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2.
    Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.
    ***
    Usia 0 - 2 tahun
    Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya.
    Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun.
    Menyusui, bukan memberi asi.
    Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp.
    ***
    Usia 3 - 6 tahun
    Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya.
    Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya.
    Perbanyak aktivitas bersama.
    ***
    Usia 7 - 10 tahun
    Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya.
    Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya.
    Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya.
    Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, dsb.
    Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya.
    Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya.
    Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb.
    ***
    Usia 11 - 14 tahun
    Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan.
    Lintas gender.
    Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya.
    Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.
    *
    Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain.
    Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.
    Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya.
    Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.
    Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya.
    Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.
    Kalau ortunya bercerai atau LDR, Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan.
    Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti.
    Bisa kakek, atau paman.
    ***
    Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh
    Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi.
    Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita.
    Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja.

    Sumber : Broadcast WA

    Monday, November 21, 2016

    Mohlimo

    MohLimo Sunan Ampel, solusi krisis akhlak atau moral. Konsep MohLimo adalah ajaran Sunan Ampel untuk mengatasi berbagai macam kerusakan moral atau akhlak. Kebejatan moral tersebut bisa ditemui di lingkungan sehari-hari. 

    Tuesday, September 8, 2015

    Fatwa Tarekat - Prof. Dr. S. Syeikh Kadirun Yahya 1/5

    Fatwa Tarekat saat penutupan i'tikaf 1987

    Sunday, February 16, 2014

    Tempik gundul berpita


    TEMpat PIKnik GUNung kiDUL BERsih raPI tetaTA

    Cave Tubing Goa Pindul
    Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.

    Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil pernah.

    Ditengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali  digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

    Saat anda melakukan susur gua di Gua Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru).

    Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik n’ awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa bedannya…tenane’ lek…. Bagi adik-adik di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya.Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.


    River Tubing Kali Oyo
    Panjang sungai 1500m dg durasi 1 – 2 jam jika diarungi. Sepanjang aliran sungai terdapat tebing-tebing yg indah dan alami khas batuan karst Gunungkidul. Disana kita bisa menikmati keindahan aliran sungai Oyo dengan menggunakan ban dalam, seperti halnya di goa Pindul. Dengan ditemani pemandu dan peralatan yang membuat kita aman dan nyaman maka tak perlu takut untuk mengarungi sungai dengan kedalaman 7 – 11 Meter ini.

    Air terjun yang terdapat di sungai Oyo juga sangat indah, disana pengunjung bisa beristirahat sejenak menikmati alam yang terdapat di sekitar sungai oyo. Selain itu pengunjung bisa juga meloncat dari pinggir tebing yang ada di sungai oyo, tentu saja bagi yang memiliki nyali yang besar, cocok buat yang suka tantangan.

    Pada musim kemarau air bisa tenang, sehingga bisa membuat kita relax. Dan ketika debit air bisa banyak (di waktu musim hujan) maka pengunjung bisa merasakan arus yang lumayan deras namun aman. Wisata ini cocok untuk anda berombongan maupun hanya berduaan (dengan pasangan, kalo punya :p). Rasakan kebersamaan dan romantisme sungai oyo bersama kami, ditemani dengan senyuman manis pemandu yang akan mendampingi anda.

    JAM BUKA 06.30 WIB – 17.00 WIB

    Cara menuju Goa Pindul Dengan Angkutan Umum dari Jogjakarta:
    Dari Jogja Naik Bus –> Terminal Giwangan –> Naik Bus Jogja Wonosari –> Bilang sama kondektur turun perempatan Grogol –> Dari Grogol naek Ojek minta antar ke sekretariat Goa Pindul.
    Tukang Ojek bisa PP, nanti setelah selesai dari sekretariat goa pindul, pulangnya bisa diantar lagi ke bundaran siono untuk cari bus balik ke jogja

    Rute dan lokasi wisata cave tubing goa pindul, semoga memudahkan anda untuk datang ke sini.
    Dari Yogyakarta – Jalan Raya Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk – Hutan Bunder – Jalan Raya Wonosari (Patuk-Playen) – Lapangan Gading – Pertigaan lampu merah ambil jalan ke kiri (lurus) - Jalan Raya Wonosari (Playen-Wonosari  ambil menuju kota Wonosari) – Bundaran Siyono (Perempatan yang ada air mancur ditengahnya) ambil arah ke kiri – Ikuti jalan aspal yang lebar (ada pertigaan belokan ambil kanan) – lurus hingga lampu merah – Perempatan lampu merah lurus – Ada pertigaan yang sebelah kiri ada gerbang Desa Bejiharjo belok kiri – Ikuti jalan aspal terus hingga sampai lokasi yang banyak terdapat tulisan Pindhul/Pindul.

    Jika anda menggunakan GPS silahkan masukkan kordinat berikut:
    -7.928505,110.647902

    Saturday, February 15, 2014

    Purwoceng, herbal dasyat bagi pria

    Purwoceng ( Pimpinella Puruatjana ) tanaman yang sangat unik karena hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng. Sebagai habitat alaminya, meskipun sekarang sudah dapat dibudidayakan ditempat lain.

    Purwaceng (Pimpinella pruatjan) tumbuhan herbal dari genus Apiaceae. Terkenal karena khasiatnya yang dapat meningkatkan stamina bagi si peminum. Biasanya diolah dalam bentuk bubuk purwaceng, kopi purwaceng dan susu purwaceng

    Candi Dieng Wonosobo

    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Dataran Tinggi DiengCandi Dieng Wonosobo, merupakan kompleks percandian yang sangat luas yang terletak di sebuah dataran tinggi bernama Dieng. Dataran tinggi Dieng sendiri sebenarnya merupakan sebuah dataran vulkanik aktif yang sangat luas, dan bisa dikatakan sebagai gunung berapi raksasa. Sebagian orang menyebut tempat ini dengan Dieng Plateu, ada juga yang menyebut Gunung Dieng.

    Daratan tinggi Dieng teletak di sekitar Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, dan berada di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng terletak pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Sebagai gunung vulkanik aktif, dataran tinggi ini juga memiliki beberapa kawah yang masih sangat aktif yang tersebar di beberapa tempat dengan jarak yang cukup berjauhan.

    Posisinya yang cukup tinggi membuat suhu udara di kawasan ini sangat dingin bagi orang Indonesia. Pada siang hari suhu udara pada kisaran 15°-20° Celsius, dan 10°Celcius pada malam hari. Sedangkan pada bulan-bulan tertentu suhu bisa mencapai 0° Celsius.




    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Penemuan Candi Dieng

    Candi Dieng adalah sebuah kompleks candi Hindu. Awal ditemukannya kompleks Candi Dieng Wonosobo terjadi pada sekitar tahun 1814. Diawali ketika seorang tentara Inggris yang pada waktu itu bermaksud berwisata di kawasan dataran tinggi Dieng. Secara tidak sengaja dia melihat beberapa bagian atas candi yang terendam di dalam kubangan air.

    Lalu akhirnya pada tahun 1856 dimualilah upaya pengeringan dan pengerukan areal sekitar kompleks candi. Upaya ini dipimpin oleh seorang Belanda bernama Van Kinsbergen. Dan berawal dari situlah lalu ditemukan beberapa bangunan candi yang tersebat di beberapa tempat yang tidak terlalu jauh. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan proses pencatatan dan pengambilan gambar pada tahun 1864.


    Sejarah Candi Dieng Wonosobo

    Sejarah candi dieng sampai dengan saat ini memang tidak begitu jelas, karena tidak ada satupun ditemukan bukti tertulis yang menyebutkan mengenai kapan tepatnya Candi Dieng dibangun. Hanya sebuah prasasti yang ditemukan di kawasan itu, yang memiliki angka tahun 808 Masehi.

    Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa kompleks Candi Dieng dibangun sekitar abad 8 – 9 Masehi berdasarkan perintah dari para raja pada masa dinasti Sanjaya. Namun menurut penelitian lanjut, kompleks Candi Dieng diperkirakan dibangun melalui 2 tahap pembangunan. Tahap pertama diperkirakan dimulai pada akhir abad ke-7 dan diakhiri pada awal abad ke-8. Sedangkan pembangunan tahap kedua berlangsung pada pertengahan abad ke-8 sampai sekitar tahun 780 Masehi.


    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Kompleks Candi Dieng

    Candi Dieng Wonosobo sendiri merupakan sebuah kompleks percandian. Artinya tidak hanya terdiri dari satu bangunan candi, melainkan terdiri dari banyak gugusan candi yang tersebar di beberapa lokasi yang agak berjauhan. Kompleks Candi Dieng Wonosobo secara keseluruhan menempati areal seluas 1.9 x 0,8 kilometer persegi.

    Kompleks candi ini terdiri dari 3 kelompok gugusan candi dan 1 buah candi yang berdiri sendiri. Uniknya semua kelompok candi ini dinamai berdasarkan tokoh-tokoh pewayangan seperti yang dalam kitab Mahabharata yaitu Kompleks Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Dwarawati, dan satu lagi adalah Candi Bima yang bukan merupakan kelompok candi (berdiri sendiri).


    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Kompleks Candi Arjuna

    Kompleks Candi Arjuna merupakan salah satu kompleks percandian di Candi Dieng Wonosobo. Kompleks Candi Arjuna terdiri dari 5 candi yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Srikandi.

    1. Candi Arjuna

    Candi Arjuna merupakan candi utama di kelompok candi ini. Candi Arjuna berbentuk persegi berukuran sekitar 4 m2. Candi Arjuna berada di ujung paling selatan dan menghadap ke arah barat yang ditandai dengan adanya tangga pada sisi barat candi. Badan Candi Arjuna berada pada sebuah batur setinggi 1 meter.

    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Arjuna
    Candi Arjuna

    2. Candi Semar

    Candi Semar merupakan satu-satunya candi di kompleks ini yang letaknya tidak berada dalam satu deret dengan candi lainnya. Candi Semar terletak persis di depan Candi Arjuna, dan posisinya saling berhadapan. Candi Semar berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran yang lebih kecil dari Candi Arjuna. Dalam Candi Semar hanya ada ruangan kosong dengan dinding yang dihiasi jendela-jendela kecil.
    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Semar
    Candi Semar

    3. Candi Srikandi

    Candi Srikandi terletak persis di sebelah utara Candi Arjuna. Candi Srikandi berbentuk kubus dengan dinding luar yang dihiasi relief Dewa Wishnu di bagian utara, Dewa Brahma di dinding selatan, dan Dewa Syiwa di dinding timur.
    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Srikandi
    Candi Srikandi

    4. Candi Sembadra

    Candi sembadra berada di sebelah utara Candi Srikandi. Bentuknya kubus di bagian atap dan bentuk seperti poligon di bagian tubuhnya.
    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Sembadra
    Candi Sembadra

    5. Candi Puntadewa

    Candi Puntadewa terletak di ujung paling utara dari deretan candi ini. Candi Puntadewa terlihat ramping dan tinggi karena berdiri di atas batur setinggi 2,5 meter. Candi ini memiliki sebuah ruangan kosong yang sempit di dalamnya.
    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Puntadewa
    Candi Puntadewa


    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Kompleks Candi Gatotkaca 

    Kompleks Candi Gatotkaca juga sama halnya dengan kompleks Candi Arjuna yang terdiri dari gugusan 5 buah candi yaitu Candi Gatotkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Gareng dan Petruk. Namun berbeda dengan komplek Candi Arjuna, di kelompok Candi Gatotkaca ini sebagian besar candinya telah runtuh dan hilang. Yang tersisa dari kelompok ini dan masih cukup bagus kondisinya hanyalah Candi Gatotkaca.


    Candi Gatotkaca

    Candi Gatotkaca berdiri pada sebuah batur bujur sangkar setinggi 1 meter. Candi Gatotkaca memiliki bentuk seperti bangunan bertingkat dengan beberapa relung di sisi luar dindingnya. Candi Gatotkaca menghadap ke arah barat ditandai dengan adanya tangga kecil dan sebuah pintu masuk di sisi barat candi. Pada dinding luar terdapat ceruk kecil tempat untuk meletakkan arca. Bagian bawah dan tengah candi masih tampak baik, namun pada bagian atapnya terlihat sudah rusak.
    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Gatotkaca
    Candi Gatotkaca


    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Kompleks Candi Dwarawati

    Kompleks Candi Dwarawati merupakan sebuah kelompok candi yang terdiri dari 4 buah bangunan candi yaitu Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Margasari. Sayangnya hampir semua bangunan candi telah rusak dan hanya berupa reruntuhan, yang hanya menyisakan 1 buah candi yang masih utuh yaitu Candi Dwarawati.


    Candi Dwarawati

    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Dwarawati
    Candi Dwarawati
    Candi Dwarawati mempunyai bentuk dasar bujur sangkar dengan alas batur setinggi 50 cm. candi Dwarawati ini berdiri menghadap ke arah barat dengan sebuah pintu masuk di atas sebuah tangga di dinding baratnya. Tangga dan pintu masuk Candi Dwarawati sama sekali tidak memiliki hiasan.

    Pada ketiga dinding Candi Dwarawati terdapat ceruk atau bilik penampil untuk meletakkan arca-arca. Di dalam candi terdapat sebuah ruangan yang kosong. Atap candi juga telah runtuh dan rusak. Satu lagi yang tersisa di dekat Candi Dwarawati ini adalah sebuah batu seperti Lingga dan Yoni.

    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Bima

    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Candi Bima
    Candi Bima
    Candi Bima merupakan satu-satunya candi yang tidak berada dalam satu kompleks atau kelompok candi. Letaknya menyendiri di kejauhan di atas sebuah bukit. Candi bima juga merupakan candi yang terbesar di antara semua candi yang berada di kompleks Candi Dieng Wonosobo.

    Bentuk Candi Bima memang agak sedikit unik dibanding candi lainnya. Bentuk dasarnya adalah bujur sangkar namun di setiap sisinya dilengkapi dengan penampil yang agak menjorok keluar, sehingga membuat candi ini terlihat seolah-olah berbentuk persegi delapan.

    Di bagian depan candi terdapat penampil yang menjorok jauh keluar sepanjang sekitar 1,5 meter sebagai pintu masuk ke dalam candi, sedangkan penampil pada ketiga sisi candi terdapat ceruk untuk meletakkan arca. Di dalam tubuh candi terdapat sebuah ruangan kosong.

    Keunikan lain candi ini terletak pada atapnya yang terdiri dari 5 tingkat yang semakin mengecil pada ujungnya. Terdapat hiasan pelipit padma ganda dan relung kudu di setiap tingkatan atapnya. Arca Kudu adalah sebuah arca berbentuk manusia setengah badan yang seolah-olah sedang melongok ke bawah. Sedangkan atap apling ujung telah runtuh dan tidak dapat diketahui bentuk aslinya.

    Sejarah Candi Dieng Wonosobo - Pesona Wisata Candi Dieng

    Dengan mengunjungi Candi Dieng kita akan mendapat sebuah paket wisata yang sangat komplit. Karena hanya dengan mengunjungi satu daerah saja kita bisa melihat berbagai obyek wisata sekaligus. Di dataran Dieng ini kita akan disuguhi wisata sejarah candi dieng nan indah lengkap dengan sebuah museum.

    Ada pula wisata alam yang menyajikan puluhan danau dan telaga yang tersebar di area ini. Ada juga puluhan kawah vulkanik aktif yang bisa kita datangi dan lihat secara langsung. Terdapat pula wisata pegunungan yang menyuguhkan pemandangan elok dataran tinggi Dieng dengan perkebunan dan taman bunganya. Dan yang tidak kalah menarik adalah wisata budaya, yang sering kali menyuguhkan upacara adat Dieng yang sangat langka dan menarik. Semua itu dibalut dalam sebuah keindahan yang mengiringi sebuah peninggalan bersejarah yaitu Candi Dieng.

    Saturday, November 17, 2012

    Format Dokumen Kontrak

    Format dibuat dalam bentuk excel dan word sehinggah sangat mudah untuk digunakan. Jika ada yang kurang sesuai, mohon tanggapan baliknya agar dapat diperbaiki kembali.